Tuesday, February 3, 2009

Dikutip dari kitab "Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah " hal:52-55 M.

Setiap hamba Allah yang berjalan diatas manhajnya yang lurus yang 
berusaha meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya ajmain 
tentu sangat mengharapkan akhir kesudahan yang baik. Allah telah 
menetapkan tanda-tandanya dintara tanda-tanda husnul khatimah itu 
adalah: 
Pertama,mengucapkan kalimah syahadat ketika wafat 
Rasulullah bersabda :"barangsiapa yang pada akhir kalimatnya 
mengucapkan "La ilaaha illallah" maka ia dimasukkan kedalam surga" (HR. 
Hakim) 
kedua, ketika wafat dahinya berkeringat 
Ini berdasarkan hadits dari Buraidah Ibnul Khasib adalah Buraidah dahulu 
ketika di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun 
didapatinya ia telah wafat, dan terlihat pada jidatnya berkeringat, kemudian 
ia berkata,"Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah 
bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya" 
(HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan 
ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas'ud) 
ketiga, wafat pada malam jum'at 
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah "Tidaklah seorang muslim yang wafat 
pada hari jum'at atau pada malam jum'at kecuali pastilah Allah 
menghindarkannya dari siksa kubur" (HR. Ahmad) 
keempat, mati syahid dalam medan perang 
Mengenai hal ini Allah berfirman: 
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu 
mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, 
mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang 
diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-
orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa 
tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. 
Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan 
bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang beriman" (Ali 
Imraan:169-171) Adapun hadits-
hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam 
yang berkenaan dengan masalah ini sangat banyak dijumpai diantaranya 
adalah sebagai berikut: 

1. Rasulullah bersabda: 
"Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan yaitu: 
diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat 
tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin 
keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, 
dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memeberikan syafa'at bagi 
70 orang kerabatnya" (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) 2. Seorang 
sahabat Rasulullah 
berkata: "Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata: 
Wahai Rasulullah mengapa orang mukmin mengalami fitnah dikuburan 
mereka kecuali yang mati syahid? beliau menjawab: Cukuplah ia 
menghadapi gemerlapnya pedang diatas kepalanya sebagai fitnah" 
(HR. an-Nasai) 
catatan: 
Dapatlah memperoleh mati syahid asalkan permintaannya benar-benar 
muncul dari lubuk hati dan penuh dengan keikhlasan, kendatipu ia tidak 
mendapatkan kesempatan mati syahid dalam peperangan. Hal ini 
berdasarkan sabda Rasulullah: "Barang siapa yang memohon mati syahid 
kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan 
menyampaikannya derajat para syuhada sekalipun ia mati diatas 
ranjangnya"(HR. Imam Muslim dan 
al-Baihaqi) 
kelima, mati dalam peperangan fisabilillah Ada dua hadist Rasulullah 
shalallahu alaihi wassalam: 
1. Rasulullah bersabda:"Apa yang kalian katagorikan sebagai orang yang 
mati syahid diantara kalian? mereka menjawab :Wahai Rasulullah yang kami 
anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa sja yang mati terbunuh 
dijalan Allah. Beliau bersabda:Kalau begitu ummatku yang mati syahid 
sangatlah sedikit. Para sahabat kembali bertanya: Kalau begitu siapa 
sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah? beliau menjawab: 
Barangsiapa yang terbunuh dijalan Allah, yang mati sedang berjuang dijalan 
Allah, dan yang mati karena penyakit kolera, yang mati karena penyakit perut 
(yakni disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar, 
diare atau sejenisnya) maka dialah syahid dan orang-orang yang mati 
tenggelam dialah syahid "(HR. Muslim, Ahmad, dan al-Baihaqi) 
2. Rasulullah bersabda: Siapa saja yang keluar dijalan Allah lalu mati atau 
terbunuh maka ia adalah mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau 
untanya lalu mati atau digigit binatang beracun atau mati diatas ranjangnya 
dengan kematian apapun yang dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan 

baginya surga" (HR. Abu Daud,al-Hakim, dan al-Baihaqi) 
keenam , mati disebabkan penyakit kolera. 
Tentang ini banyak hadits Rasulullah meriwayatkannya diantaranya sebagai 
berikut:  
1. Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin MAlik berkata:"Bagaimana Yahya 
bin Umrah mati? Aku jawab: "Karena terserang penyakit kolera" ia 
berkata:Rasulullah telah bersabda: penyakit kolera adalah penyebab mati 
syahid bagi setiap muslim" (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)  
2. Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit kolera. Lalu beliau 
menjawab;"Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan adzab yang Allah 
timpakan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya kemudia Dia jadikan 
sebagai rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang 
dilanda wabah kolera lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh 
kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang 
Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid"(HR. Bukhari, al-
Baihaqi dan Ahmad) 
kedelapan, mati karena tenggelam. 
kesembilan, mati karena tertimpa reruntuhan/tanah longsor. 
Dalil dari 2 point diatas adalah berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu 
alaihi wassalam: "Para syuhada itu ada lima; orang yang mati karena wabah 
kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan 
syahid berperang dijalan Allah" (HR.Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan 
Ahmad) 
kesepuluh, perempuan yang meninggal karena melahirkan. 
Ini berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah ibnush Shamit 
radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk 
Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari pembaringannya, 
kemudian beliau bertanya : "Tahukah kalian siapa syuhada dari ummatku? 
orang-orang yang ada menjawab:Muslim yang mati terbunuh" beliau 
bersabda:Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit. Muslim 
yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit kolera adalah 
syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah syahid 
(anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga)" (HR. 
Ahmad, Darimi, dan ath-Thayalusi) menurut Imam Ahmad ada periwayatan 
seperti itu melalui jalur sanad lain dalam Musnad-nya. 

kesebelas, mati terbakar. 
keduabelas, mati karena penyakit busung perut. 
Tentang kedua hal ini banyak sekali riwayat, dan yang paling masyhur 
adalah dari Jabir bin Atik secara 
marfu': "Para syuhada ada 7: mati terbunuh dijalan Allah, karena penyakit 
kolera adalah syahid,mati tenggelam adalah syahid,karena busung lapar 
adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid,karena 
terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan(bangunan 
atau tanah 
longsor) adalah syahid, serta wanita yang mati pada saat mengandung 
adalah syahid" (HR. Imam Malik, Abu Daud, An-Nasa'i, Ibnu MAjah dan 
Ahmad) 
Ketigabelas, mati karena penyakit Tubercolosis (TBC). 
Ini berdasarakan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: "Mati dijalan 
Allah adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah melahirkan 
adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam 
adalah syahid, mati karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena 
penyakit perut adalah 
syahid"(HR.Thabrani) 
keempatbelas, mati karena mempertahankan harta dari perampok. 
Dalam hal ini banyak sekali haditsnya, diantaranya sebagai berikut: 
anya (dalam riwayat 
1. "Barangsiapa yang mati karena mempertahankan hart
lain; Barang siapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah 
syahid" (HR. Bukhari, Muslim, Abu DAud, an-Nasa'i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, 
dan Ahmad)  
2. Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi seraya 
berkata: "Ya, Rasulullah, beritahukanlah kepadaku bagaimana bila ada 
seseorang yang datang dan akan merampas hartaku" beliau menjawab: 
'jangan engkau berikan' Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku? 
beliau menjawab; Engkau mati syahid. Orang itu bertanya 
kembali,Bagaimana kalau aku yang membunuhnya? 
beliau menjawab; ia masuk neraka"(HR. Imam Muslim, an-Nasa'i dan 
Ahmad) 
3. Mukhariq berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata : 
"ada seorang laki-laki hendak merampas hartaku, beliau bersabda: Ingatkan 
dia akan Allah. Orang itu bertanya: bila tetap saja tak mau berdzikir? beliau 
menjawab: 
Mintalah tolong orang disekitarmu dalam mengatasinya.Orang itu bertanya 

lagi : Bila tidak saya dapati disekitarku seorangpun? Beliau 
menjawab:Serahkan dan minta tolonglah kepada penguasa.Ia bertanya: Bila 
penguasa itu jauh tempatnya dariku? beliau bersabda: berkelahilah dalam 
membela hartamu hingga kau mati dan menjadi syahid atau mencegah 
hartamu dirampas" (HR. An-Nasa'i, dan Ahmad) 
kelima belas dan keenam belas, mati dalam membela agama dan jiwa. 
Dalam hal ini ada dua riwayat hadits sebagai berikut: 
1.""Barangsiapa mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati 
syahid, dan siapa saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati 
syahid, dan barang siapa yang mati dlam rangka membela 
agama(keyakinannya) maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati 
mempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid" (HR. Abu Daud, an-
Nasa'i, at-tirmidzi, dan Ahmad)  
2. "Barangsiapa mati dalam rangka menuntut haknya maka ia mati syahid" 
(HR. An-Nasa'i) 
ketujuhbelas, mati dalam berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah. 
Dalam hal ini ada dua hadits dari Rasulullah shalallahu alaihi wasslam : 
1."Berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah sehari semalam adalah lebih baik 
daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (shalat) pada malam 
harinya. Apabila ia mati, maka mengalirkan pahala amalannya yang dahulu 
dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari siksa kubur(fitnah kubur)" 
(HR. Imam Muslim, an-Nasa'i, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad) 
2. "setiap orang yang meninggal akan disudahi amalannya kecuali orang 
yang mati dalam berjaga-
jaga dijalan Alllah, maka amalannya dikembangkan 
hingga tiba hari kiamat nanti serta terjaga dari fitnah kubur" (HR. ABu Daud, 
Tirmidzi, Hakim, dan Ahmad) 
kedelapan belas, orang yang meninggal pada saat mengerjakan amal 
shaleh. 
Ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: "Barangsiapa 
mengucapkan 'laa ilaaha illallah' dengan berharap akan keridhaan Allah, dan 
diakhir hidupnya mengucapkannya, maka ia akan masuk surga. Dan, 
barangsiapa yang berpuasa sehari mengharap keridhaan Allah kemudian 
mengakhiri hidupnya dengannya (puasa), maka ia masuk surga. Dan 
barangsiapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahinya dengan 
(sedekah) maka ia akan masuk surga" (HR. Ahmad) 
tammat walhamdulillahi rabbil alamiin. Mudah-mudahan Allah menjadikan 
akhir hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan 
orang-orang yang mati syahid amin. 
Selengkapnya...

Dalam melamar, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan beberapa 
sifat yang ada pada wanita yang akan dilamar, diantaranya:  
1.  Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia 
harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang 
suami pun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya.  
 
Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, 
mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa 
tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang 
dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta'ala,  
 
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk 
kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan 
merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih 
dan saying. (ar-Ruum:21). 
2.  Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak 
memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan 
keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang 
menjadi harapan setiap pasangan suami-istri.  
 
Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta'ala berfirman,  
Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada 
kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami 
imam bagi orang-orang yang bertakwa'. (al-Furqan:74).  
 
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,  
Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak 
melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan 
banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang 
diriwayatkan Abu Daud, Nasa'I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits 
tersebut sanadnya shahih.  
3.  Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan 
masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain 
dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi 
wa Sallam pernah bertanya kepadanya,  
 
Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia 
menjawab,"Seorang janda."Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak 
menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia 
pun dapat mencumbuimu?.  
 
Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain 

itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, 
lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih 
indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan 
lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing 
akhlaknya.  
 
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda,  
 
Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka 
mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur 
dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan.  
 
Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim 
dari ayahnya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami' ash_Shaghir, 
al-Albani mengatakan, "Hadits ini shahih."  
4.  Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga 
dekat, karena Imam Syafi'I pernah mengatakan, "Jika seseorang menikahi 
wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar 
anaknnya mempunyai daya piker yang lemah."  
5.  Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai 
silsilah keturunan yang jelas dan terhormat, karena hal itu akan 
berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan 
dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,  
 
Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, 
kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat 
beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari, Muslim dan juga 
yang lainnya). 
6.  Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak 
mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia 
akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan 
agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-
anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya.  
 
Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan 
menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta 
menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang 
demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta'ala,  
 
"Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada 
Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh 
karena Allah telah memelihara mereka". (an-Nisa:34).  
 
Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam 

bersabda,  
"Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah 
wanita shalihah". (HR. Muslim, Nasa'I dan Ibnu Majah). 
7.  Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang 
cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu 
diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula 
yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu 
telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits 
tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita.  
 
Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran 
tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. 
Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada 
wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada 
pada wanita yang tinggi.  
 
Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna 
kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain 
memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan 
kelembutan ucapannya.  
Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita 
yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, 
sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi 
tiap-tiap pasangan.
Selengkapnya...

Du'a

' Ya Alloh, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam 
cinta pada-Mu. Telah berjumpa dalam taat pada-Mu. Telah bersatu dalam 
da'wah pada-Mu. Telah terpadu dalam membela syari'at-Mu. Kokohkanlah, 
Ya Allah ikatannya, kekalkan cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah 
hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah 
dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan 
bertawakal pada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan ma'rifat kepada-Mu. 
Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-
baik pelindung dan sebaik-baik penolong...' 
Selengkapnya...

Sanksi meninggalkan Shalat

Rasulullah SAW. bersabda, "Barangsiapa menjaga shalat, niscaya di 
muliakan oleh Allah dengan lima kemuliaan" :  
1.  Allah menghilangkan kesempitan hidupnya  
2.  Allah hilangkan siksa kubur darinya  
3.  Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan tangan 
kanannya  
4.  Dia akan melewati jembatan (Shirat) bagaikan kilat  
5.  Akan masuk syurga tanpa hisab  
Dan barangsiapa yang menyepelekan shalat, niscaya Allah akan 
mengazabnya dengan lima belas siksaan ; enam siksa di dunia, tiga siksaan 
ketika mati, tiga siksaan ketika masuk liang kubur dan tiga siksaan ketika 
bertemu dengan Tuhannya (akhirat).  
Adapun siksa di dunia adalah :  
1.  Dicabut keberkahan umurnya  
2.  Dihapus tanda orang saleh dari wajahnya  
3.  Setiap amal yang dikerjakan, tidak diberi pahala oleh Allah  
4.  Tidak diterima do'anya  
5.  Tidak termasuk bagian dari do'anya orang-orang saleh  
6.  Keluar ruhnya (mati) tanpa membawa iman  
Adapun siksa ketika akan mati :  
1.  Mati dalam keadaan hina  
2.  Mati dalam keadaan lapar  
3.  Mati dalam keadaan haus, yang seandainya diberikan semua air laut 

tidak akan menghilangkan rasa hausnya  
Adapun siksa kubur :  
1.  Allah menyempitkan liang kuburnya sehingga bersilang tulang 
rusuknya  
2.  Tubuhnya dipanggang di atas bara api siang dan malam  
3.  Dalam kuburnya terdapat ular yang bernama Suja'ul Aqro' yang akan 
menerkamnya karena menyia-nyiakan shalat. Ular itu akan 
menyiksanya, yang lamanya sesuai dengan waktu shalat  
Adapun siksa yang menimpanya waktu bertemu dengan Tuhan:  
1. 
Apabila langit telah terbuka, maka malaikat datang kepadanya dengan 
membawa rantai. Panjang rantai tsb. tujuh hasta. Rantai itu 
digantungkan ke leher orang tersebut, kemudian dimasukkan ke 
dalam mulutnya dan keluar dari duburnya. Lalu malaikat 
mengumumkan : 'Ini adalah balasan orang yang menyepelekan 
perintah Allah'. Ibnu Abbas r.a berkata, 'seandainya lingkaran rantai 
itu jatuh ke bumi pasti dapat membakar bumi'.  
2.  Allah tidak memandangnya dengan pandangan kasih sayang-Nya 
Allah tidak mensucikannya dan baginya siksa yang pedih.  
3.  Menjadi hitam pada hari kiamat wajah orang yang meninggalkan 
shalat, dan sesungguhnya dalam neraka Jahannam terdapat jurang 
yang disebut "Lam-lam". Di dalamnya terdapat banyak ular, setiap 
ular itu sebesar leher unta, panjangnya sepanjang perjalanan sebulan. 
Ular itu menyengat orang yang meninggalkan shalat sampai mendidih 
bisanya dalam tubuh orang itu selama tujuh puluh tahun kemudian 
membusuk dagingnya.  
Selengkapnya...

DALAM 7 HARI YANG TELAH LALU DAN MUNGKIN AKAN

Hari per-1, tahajudku tetinggal 
Dan aku begitu sibuk akan duniaku 
Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil 
Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib 
Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv 
selesai 
Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi 
Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama 
Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku 
Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn 
Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya 
Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz 
Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-
bata 
Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya 
aku menceritakan 
Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku 
Sorenya aku datang keseletan Jakarta dengan niat mengaji 
Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan 
Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku 
Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman  
yg ada disamping kiri & kananku 
Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai 

Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa 
Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku 
Kupilih shaf paling belakang dan aku mengelu saat imam sholat jum'at 
kelamaan bacaannya 
Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,  
serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam 
Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku 
Kuhabiskan waktu di mall & bioskop bersama teman2ku 
Demi memuaskan nafsu mata & perutku sampai puluhan ribu tak terasa 
keluar 
Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi 
Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku 
Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh 
Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal 
Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu 
Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga 
Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini 
Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya 
dan malam tadi dia dengan misscallnya mengingatkan aku tentang tahajud 
kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya? 
Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan 
Dia bisa hinggap kapanpun dia mau 
Dari hari ke hari, bulan dan tahun 
Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah 
Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta 
Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku 
Padahal keringat & airmatanya telah terlanjur menetes demi aku 

Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah 
Walaupun imanku belum seujung kuku hitam 
Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa 
Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas 
Saat aku melipat sajadahku..... 
Amin.... 
Selengkapnya...

7 Pintu (masuk) Neraka

"Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni 
(sekelompok pendosa yang ditentukan)" (Qs al Hijr :44) 
Diriwayatkan bahwa ketika Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saw 
memintanya untuk menjelaskan kondisi neraka. Jibril menjawab: "Wahai 
Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara 
masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas 
dari pintu yang lain, nama-nama pintu tersebut adalah:  
 
1. Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), pintu ini untuk kaum munafik dan kafir. 
2. Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang menyekutukan Allah. 
3. Pintu ketiga untuk kaum sabian (penyembah api). 
4. Lazza, pintu ini untuk setan dan para pengikutnya serta para penyembah 
api. 
5. Huthamah (menghancurkan hingga berkeping-keping), pintu ini untuk 
kaum Yahudi. 
6. Sa'ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), pintu ini untuk kaum kafir. 
 
Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Jibril terdiam. Nabi 
saww maminta Ia untuk menjelaskan pintu yang ketujuh, Jibril pun 
menjawab: "Pintu ini untuk umatmu yang angkuh"; yang mati tanpa 
menyesali dosa-dosa mereka.  
 
Lalu, Nabi saw mengangkat kepalanya dan begitu sedih, sampai beliau 
pingsan. Ketika siuman beliau berkata: "Wahai jibril, sesunggguhnya engkau 
telah menyebabkan kesusahanku dua kali lipat. Akankah umatku masuk 
Neraka?" 
 

Kemudian Nabi saw mulai menangis. Setelah kejadian itu, beliau tidak 
berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau 
menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, 
semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: "Mengapa beliau 
begitu berduka?" Namun beliau tidak menjawab.  
 
Saat itu, Imam Ali as sedang pergi melaksanakan satu misi, maka para 
sahabat pergi mengahadap sang wanita cahaya penghulu wanita syurga, 
Sayyidah Fathimah as, mereka mendatangi rumah suci beliau, dan pada 
saat itu Sayyidah Fatimah as sedang mengasah gerinda sambil membaca 
ayat "Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal" (al-A'la:17). 
Para sahabat pun menceritakan keadaan ayahnya (Rasulullah saww). 
Setelah mendengar semua itu, Sayyidah Fatimah as bangkit lalu 
mengenakan jubahnya (cadur) yang memiliki dua belas tambalan yang 
dijahit dengan daun pohon korma. Salman al-Farisi yang hadir bersama 
orang-orang ini terusik hatinya setelah melihat jubah Sayyidah Fathimah as, 
lalu berkata: " Aduhai! Sementara putri-putri kaisar dan kisra (penguasa 
Persia kuno) duduk di atas singgasana emas, putri Nabi ini tidak mempunyai 
pakaian yang layak untuk dipakai". 
Ketika Sayyidah Fathimah as sampai di hadapan sang ayah, Ia melihat 
keadaannya yang menyedihkan dan juga keadaan para sahabatnya, 
kemudian ia berkata: "Wahai Ayahanda, Salman terkejut setelah melihat 
jubahku yang sudah penuh dengan robekan, aku bersumpah, demi tuhan 
yang telah memilihmu menjadi Nabi, sejak lima tahun lalu kami hanya 
memiliki satu helai pakaian di rumah kami, pada waktu siang kami memberi 
makan unta-unta dan pada waktu malam kami beristirahat, anak-anak kami 
daun kering pohon kurma. Nabi berpaling 
tidur beralaskan kulit dengan daun-
ke arah Salman dan berkata "Apakah engkau memperhatikan dan 
mengambil pelajaran?"  
Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat -karena tangisan yang tidak terhenti- 

wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang 
di ceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah menjadi 
basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, 
semoga hidupku menjadi tebusanmu, "Mengapa Ayahanda menangis?" Nabi 
saww menjawab, "Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis?, 
karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat 
yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka mempunyai tujuh pintu, dan 
pintu-pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu celah api. Pada setiap celah ada 
tujuh puluh ribu peti mati dari api, dan setiap peti berisi tujuh puluh ribu jenis 
azab".  
 
Ketika Sayyidah Fathimah mendengar semua ini, beliau berseru, 
"Sesungguhnya orang yang dimasukkan kedalam api ini pasti menemui ajal". 
Setelah mengatakan ini beliau pingsan. Ketika siuman, beliau as berkata, 
"Wahai yang terbaik dari segala mahluk, siapakah yang patut mendapat 
azab yang seperti itu?" Nabi saww menjawab, "Umatku yang mengikuti 
hawa nafsunya dan tidak memelihara sholat, dan azab ini tidak 
seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainya.  
 
Setelah mendengar ucapan ini setiap sahabat Nabi saww menangis dan 
 alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan 
meratap, "Derita perjalanan
sangat sedikit". Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, "Aduhai 
seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar 
tentang azab ini", Ammar bin Yasir berkata, "Andaikan aku seekor burung, 
tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab". Bilal yang tidak 
hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita 
itu, Salman menjawab, "Celakalah engkau dan aku, sesungguhnya kita akan 
mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita 
akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka).  
Maha adil Allah, begitu demokratisnya memberikan kebebasan pada 

manusia untuk memilih.. antara iman & kufur, dengan tanpa ada paksaan " 
laa ikrooha fiddin..".  
Akhirnya pilihan yang kita ambil, mendapatkan konsekuensi adil dari dzat 
yang maha adil. Jalan menuju sorga berliku nan mendaki tapi saat sampai 
tujuan, maka akan mendapatkan keindahan yang "tidak pernah dilihat oleh 
mata, tidak pernah didengar oleh telinga, tidak dapat dibayangkan oleh hati. 
Sedangkan jalan menuju neraka, indah mempesona..akhirnya sampai pada 
kondisi yang mengerikan.. 
Selengkapnya...

quotation

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Ali Imran 3:190-191)==================================================== "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)" (QS. Al-A’raaf, 7: 201-202)==================================================== "Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa) ? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran." (QS. An-Nahl, 16:17)================================================== "… Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A’raaf, 7: 179) ======================================================== "Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha." (QS. Al-Furqaan, 25: 47)===================================================== "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh" (QS. An-Naml, 27 : 19)===================================================== Jaza[ka/ki]llahu khoiro atas kunjungannya sahabat...
Copy/paste keblog sobat. Silahkan konfirmasi dishoutbox untuk link balik.
Solidaritas Kebersamaan

Guest Book


powered by Kang Prodjo
baner situs gudangmobil.com

Sniffffff

IP

Banner Sobat ku

Buitenzblog
Tips, Triks AdSense, Tutorial Blog, Tutorial SEO, Download Template Blogger, cara membuat blog, daftar google adsense, bisnis internet, tutorial facebook, tutorial frienster, buat facebook, buat frienster
marcellino agatha web blog tutorial


Arti Irhamna
CO.CC:Free Domain
Kang Prodjo!
SMS Donasi dan Pasang Banner Dukungan Untuk Palestina!
 

Copyright © 2009 by PRODJODIPRODJO