Tuesday, February 3, 2009

Link Lank Lunk

http://almanhaj.or.id
www.assunnah.mine.nu/
www.islam-download.net
www.jilbab.or.id
www.manhaj.or.id
www.media-ilmu.com
www.muslim.or.id
www.muslimah.or.id
www.hang106.or.id
www.salafi.or.id
htttp://vbaitullah.or.id
http://bukhari.or.id
http://mahad.info/ (Ali Ar Irsyad Surabaya)
http://badar-online.com (kursus bahasa Arab online)
www.dareliman.or.id (Yayasan Dare el Iman Padang)
http://google.assunnah.web.id


Ulama Manhaj Assunnah

Abdul Azhim Badawi (www.ibnbadawy.com)
Abdul Aziz Alu Syaikh (www.sahab.ws/5600/news/3399.html)
Abdul Aziz Ar-Rajii (www.sh-rajhi.com/rajhi)
Abdul Aziz Ar-Rayyis (http://islamancient.com/)
Abdul Azis bin Bazz (http://www.ibnbaz.org.ra/)
Abdul Muhsin Abbad (http://www.alabad.jeeran.com)
Abdul Qadir Al-Arnauth (http://www.alarnaut.com)
Abdullah Al-Fauzan (http://www.alfuzan.islamlight.net)
Abdur Razaq Afifi (http://afifyy.com)
Abdus Salam Barjas (http://www.burjes.com)
Ali Hasan Al-Halabi ( http://www.alhalaby.com)
Kholid Al-Mushlih (http://www.almosleh.com/index.shtml)
M.Abdillah Al-Imam (http://www.sh-emam.com)
M.Aman Al Jami (http://www.aljami.net)
M.Khalifah Tamimi (http://www.mediu.org)
Masyhur Hasan Salman (http://www.mashoor.net)
M.Musa Nashr (http://www.m-alnaser.com)
Muqbil bin Hadi (http://www.muqbel.net)
Musthofa Al Adawi (http://aladawy.info/)
Nashiruddin al-Albani (http://www.albany.net)
Robi'i Al Madkholi (http://www.rabee.net)
Salim Ied Al Hilali (http://islamfuture.net)
Shalih As Suhaimi (http://www.assuhaimi.com)
Wahid Abd Salam Bali (http://www.waheedbaly.com)
Selengkapnya...

IKHWAN APA BAKWAN

Oh.... Ikhwan 
Apa bedanya dengan si Marwan 
Si Ali, Paijo atau si Iwan 
Oh ternyata cuma sebutan 
 
Oh.... Ikhwan 
Walaupun tidak rupawan 
Alias modal tampang pas-pasan 
Tetep aja tebar senyuman 
 
Oh.... Ikhwan 
Gayanya sih bisa ketebak & kelihatan 
Jenggot melambai,baju koko & sendal jepit usang 
Sesekali komat-kamit sambil jalan 
 
Oh.... Ikhwan 
Nyarinya susah-susah gampang 
Kadang di masjid, kampus or sekolahan 
Mungkin juga lagi nyari sampingan 
Nggak taunya buat biaya walimahan :) 
 
Oh.... Ikhwan 
Ngomonginnya masalah aksi dan kepartaian 
Juga Liqo'an and hapalan 
Kata orang "Nggak ada bahasan yang lain, wan ?" 
 
Oh.... Ikhwan  
Anehnya kalo lagi jalan 
Ngukurin tanah apa ngitung lantai sih, wan? 
Oh..... ternyata dia jaga pandangan !!! 
 
Ikhwan... Ikhwan... 
Lucunya kalo akhwat sedang berpapasan 
Langsung minggir! , acuh tak acuh kaya' musuhan 
(Gubrak...!!!!! apaan tuh, wan?) 
Eh.... dia jatuh, kagak ngeliat ada selokan :)) 
 
Oh.... Ikhwan, apa semuanya begitu, wan ? 
Ada nggak yang masih tebar pesona & jelalatan ? 
Berarti itu bukan ikhwan, (kan cuma sebutan ?!!) 
Nah para akhwat, hati-hati mungkin dia nyari  
pasangan 
 

(he2, cuma intermezzo, jangan pade marah lo, wan) 
Selengkapnya...

GHOZZAN ISTERI TELADAN

Jam dinding menunjukkan tepat jam dua belas malam. Entah kenapa tiba-tiba aku 
terbangun. Kutatap dalam-dalam wajah istriku yang masih lelap dalam tidurnya. Kubelai perlahan 
anak rambutnya yang tergerai di dahinya. Kamu cantik Ghozzan,... bisikku perlahan. Tanpa 
terasa, usai pernikahan kami sudah menginjak tahun yang ketiga tapi kami belum juga dikaruniai 
anak. Ya Tuhan... karuniakan kepada kami anak, seorangpun tak mengapa..., begitu jerit do'aku 
tiap malam di atas sajadah. Tapi entahlah hikmah apa yang tersembunyi di balik semua ini. Aku 
yakin, Tuhan menyimpan hikmah itu untuk kuketahui kelak. Ya,... itu pasti!!  
"Ghozzan..., bangun... sholat yuuk..." Kutepuk pipi istriku perlahan.  
Ia menggeliat. Aku tersenyum saja. Mungkin ia masih lelah, seharian mengurus rumah. 
Mengepel, memasak, mencuci, membersihkan rumah, masih ditambah lagi kesibukannya 
menulis di media cetak. Ah... aku sayang padamu Ghozzan ....  
Akhirnya, aku beranjak sendirian. Berwudhu dan kemudian tenggelam dalam sholat malamku 
yang panjang. Dan selalu do'a itu yang aku dahulukan. Ya Tuhan, jika Engkau memberi kami 
anak yang sholih, tentu kami termasuk orang-orang yang bersyukur. Jam dinding berdentang tiga 
kali, kulihat Ghozzan sudah ada dibelakangku dengan wajah merajuk. Kutatap wajahnya dengan 
geli. "Kamu kenapa? Mulutnya monyong begitu...?" godaku.  
Ghozzan semakin merajuk. "Si Mas mesti begitu...., ngak bangunin Ghozzan....," protesnya. Aku 
tersenyum arif.  
"Lah wong, kamu pules banget tidurnya. Mana Mas tega bangunin..., tadi nulis sampai jam 
sebelas 'kan? Mosok baru tidur satu jam, sudah disuruh bangun lagi..."  
"Iya deeh..., tapi nanti temani Ghozzan muraja'ah Qur'an yaa....," pintanya manja.  
"Inggih, sendiko dawuh....," jawabku dengan logat jawa kaku. Maklum besar di betawi.  
Ghozzan tertawa geli mendengar jawabanku. Serentak jemarinya yang mungil beraksi 
menggelitik pinggangku.  
"Ssssst...., sudah ah, sholat sana, nanti keburu subuh....," elakku. Ghozzan masih tersenyum 
sambil mengerjapkan matanya, lucu. Sering kulihat Ghozzan termenung menatap ikan-ikan kecil 
di aquarium kami.  
Matanya nanar menatap kosong ikan-ikan berwarna perak itu. Ia betah diam tanpa ekspresi 
seperti itu. "Ssst...., Muslimah kok hobi bengong, siih..?" bisikku persis di telinganya. Ghozzan 
tersentak kaget.  
Pipinya bersemu merah, malu ketahuan melamun. "Enngg.... nggak kok, ini lho Mas..., ikannya 
bertelur....," katanya perlahan. "Ck.... pura-pura, dari tadi Mas lihat matamu tak berkedip, lama 
banget.  
Itu bengong namanya, Non....," ku acak kepalanya gemas.  
"Ikan saja bisa punya keturunan ya Mas...., kita kapan?" tanyanya lirih, hampir tak terdengar.  

Seketika mataku memanas. Leherku tiba-tiba tercekat. Oh, Tuhan...  
"Yaa..., sabar dong Non...., insya Allah ada hikmahnya....," tuturku, mencoba tegar.  
Ghozzan tersenyum manis, lalu menggamit lenganku menuju meja makan. Tak lama kemudian ia 
kembali berceloteh menceritakan aktivitasnya seharian.  
Ah Ghozzan... Ghozzan... Ketika pernikahan kami menginjak tahun kedua, kami sudah 
memeriksakan diri seccara intensif pada dokter kandungan.Hasilnya kami berdua normal! Dokter 
cuma menyuruh kami untuk bersabar, berdo'a, dan berusaha tentunya.Yah.. barangkali kami 
berdua memang sedang diuji.  
"Nikah lagi saja, Maaas....," celetuk Ghozzan suatu kali.  
Aku tersentak. Keturunan memang sangat kuharapkan. Tapi membagi cintaku pada Ghozzan 
dengan wanita lain, meski itu dibolehkan dalam islam, apa aku sanggup??  
Kucubit pipi istriku perlahan. "Nggak takut cemburu?" tanyaku menggodanya.  
"Cemburu kan manusiawi Mas..., Aisyah juga cemburu sama Khadijah, tapi bukan cemburu 
masalahnya Mas..., kalau Mas punya istri lagi, kan Ghozzan bisa ikut membesarkan anak dari 
istri Mas...," tuturnya panjang lebar.  
"Kalau dia juga tidak bisa hamil?" "Ambil istri lagi...."  
"Kalau belum punya anak juga?" "Ambil lagi..."  
"Hussss...sembarangan!!" protesku pura-pura galak. Kudekap kepala mungilnya erat-erat.  
Hari ini ulang tahun perkawinan kami yang keempat. Umurku sudah duapuluh delapan tahun. 
Uban dikepalaku sudah belasan jumlahnya. Ketika menikah dulu Ghozzan bilang, ubanku ada 
enam lembar!!  
Dan sampai saat ini kami belum di percaya Tuhan untuk menimang seorang anak.  
Tapi aku masih cinta Ghozzan. Dan, tidak akan pernah pudar. Wajah Ghozzan yang oval dengan 
hidung yang bangir dan mulutnya kelihatan merah berseri-seri. Kulihat ia membawa sebuah 
nampan besar yang tertutup ke arah meja makan. Lalu ia menarik lenganku manja. "Sini Mas....," 
ajaknya. Aku menurut saja.  
"Happy fourth anniversary...," katanya, lembut. Mataku berkaca-kaca.  
Perlahan kubuka nampan itu. Sebuah kue taart, romantis sekali. Dan sebuah amplop, dengan 
logo sebuah klinik. Keningku berkerut. Ketika tanganku bergerak hendak mengambil amplop 
tersebut, seketika Ghozzan  
merebutnya.  
"Makan dulu dooong....," protesnya.  
Aku cuma menggeleng-gelengkan kepala, sambil tersenyum. Tak urung kuraih pisau lalu,  
"Bismillahirrohmanirrohiim...," kupotong taart itu.  
Ghozzan tersenyum, ia kelihatan bahagia sekali. Kutengadahkan tanganku meminta amplop itu. 
Ghozzan menggeleng. Makan dulu...., katanya. Ku garuk-garuk kepalaku dengan gemas. Ni, 
anak bikin penasaran juga. Setelah selesai menyantap potongan kue yang kumakan dengan dua 

kali telan. Dan Ghozzan protes karenanya. Kurenggut amplop di tangannya. Dan ..., Maha suci 
Engkau wahai Rabb seru sekalian alam!!! Ghozzan hamil!!!  
Masya Allah ..., setelah sekian tahun!!! ...Seketika aku tersungkur sujud.  
Air mataku meleleh. Kudekap kepala Ghozzan erat-erat. Air mataku masih mengalir, menitik 
membasahi kepala Ghozzan.Ia mendongak, jemarinya menghapus air mataku. 
 
"Mas menangis?" tanyanya retoris.  
Aku mengangguk. Ya, aku menangis! Tangis syukur ....  
"Kok periksa ke dokter nggak bilang-bilang ?" protesku.  
"Biarin, nanti nggak surprise....," katanya.  
Tiba-tiba aku merasa bersalah. Sejak tahun ketiga pernikahan kami, aku tidak lagi rajin mengikuti 
tanggal-tanggal haid dan masa subur Ghozzan seperti dulu. Kudekap Ghozzan makin erat. Sejak 
hari itu, kesehatan Ghozzan menjadi perhatian utamaku. Aku sering marah-marah kalau 
Ghozzan masih juga suka menulis sampain larut malam. Ya, tiba-tiba aku menjadi sangat 
cerewet.  
  
****  
Sembilan bulan, lebih delapan hari. Rasanya hari itu tiba ...., tadi pagi Ghozzan sudah mulas-
mulas. Katanya mulasnya dimulai dari punggung menjalar sampai ke depan. Aku ribut setengah 
mati. Kuraih gagang telpon. Aku menelpon seorang teman untuk membawa mobil ke rumah. 
Ghozzan masih mengeluh mulas-mulas. Tiba-tiba keluar cairan, oh .... air ketubannya sudah 
pecah!  
  
****  
Di rumah sakit aku begitu gelisah. Bapak ibu yang menungguiku cuma mengeleng-gelengkan 
kepala. Maklum anak pertama, begitu kata ibu. Ya Tuhan... entah kenapa aku tiba-tiba merasa 
ketakutan yang luar biasa. Ya Tuhan, selamatkanlah istri dan anakku...., bisikku berulang kali. 
"Bapak Saiful Bahri ?" seorang dokter keluar dari ruang bersalin. "Ya ....., saya dokter ..," sahutku 
cepat. Kuhampiri dokter itu. "Ada sedikit  
kelainan, harus dioperasi ...... Suster!, tolong bimbing Pak Saiful untuk mengisi formulir ini....," 
kata dokter itu. Aku tersentak kaget! Operasi?!?  
Astaghfirullah..... "Tapi ...., istri saya tidak apa-apa 'kan dokter??" tanyaku khawatir.  
Dokter itu terdiam. "Berdo'alah ...," katanya pelan. Kugigit bibirku erat-erat. Tuhan ..., selamatkan 
istri dan anakku...... Kuambil wudhu dan sholat di musholla. Kuhabiskan gelisahku disana. Tiba-
tiba terdengar  
tangis bayi. "Anakku ....," desisku perlahan. Aku seperti dituntun nuraniku. Bergegas keluar 
musholla. "Bapak Saiful Bahri?"  

"Ya, dokter ..."  
"Selamat, bayinya perempuan, sehat, tiga setengah kilo, cantik seperti ibunya.....," kata dokter 
itu. "Alhamdulillah ...," desisku berulang-ulang.  
"Istri saya dokter ?"  
Dokter itu terdiam. Tiba-tiba ada perasaan tidak enak menjalar di segenap hatiku. Kutatap mata 
dokter itu dengan tatapan penuh tanya. Tiba-tiba dokter itu menepuk bahuku perlahan,  
sementara kepalanya pun menggeleng perlahan pula. Mulutku ternganga seketika  
....  
"Maafkan...., saya sudah berusaha. Tapi Tuhan menghendaki lain......," katanya. Air mataku 
berloncatan tanpa bisa dibendung .... Dokter itu perlahan membimbingku masuk ke ruang 
bersalin. Aku menurut saja tanpa rasa. Sesosok tubuh ditutup kain putih terbaring ....Perlahan 
dokter itu  
membuka kain penutupnya. INNALILLAHI WA INNAILAIHI ROJI'UUN...  
Wajah Ghozzan terlihat pucat. Tapi bibirnya tersenyum manis ..., maniiis sekali. Kudekap kepala 
Ghozzan erat-erat ...., tangisku tak tertahankan.....  
"Sabar .... sabar ...Pak ...," hibur dokter itu. 
 
"Suster, bawa kemari , anak Bapak Saiful ...," katanya lagi.  
Seorang bayi mungil yang masih merah disodorkan ke hadapanku. Perlahan ...ku  
gendong dan kutatap ia ... . Dadaku masih sesak karena tangis. Kutatap bayi merah itu dan 
Ghozzan berganti-ganti.  
Mereka begitu mirip. Matanya..., hidungnya..., mulutnya..., Allah Akbar!!!  
Rupanya inilah hikmah itu, Ghozzan...., Tuhan memberi kesempatan padaku untuk menemanimu 
selama empat tahun, untuk akhirnya memanggilmu setelah ia memberikan gantinya....  
Ya, Tuhan jangan biarkan hatiku berandai-andai..... seandainya saja kami tidak mengharapkan 
anak, jika itu membawa kematian Ghozzan .... 
 
Tidak, ini semua takdir Mu ya Robbi ....  
SELAMAT JALAN GHOZZAN ...................... 
Selengkapnya...

Nsihat Lukman Hakim pada anaknya

Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam 
Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia 
pernah menasehati anaknya tentang hidup. 
"Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan 
kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan badah, dan hilang 
pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa 
menikmati lezatnya berdzikir."  
"Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan 
memetik buahnya dan menikmatinya."  
"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut 
orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan 
engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan 
nafsu duniamu." 
?"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi 
berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk 
perangainya."  
"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang 
lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."  
"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum 
pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."  
"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah: 
1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.  
2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.  
3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.  
4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.  
5. Ingatlah Allah selalu.  
6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu  
7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.  
8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu. 
Selengkapnya...

Wahai hati....dengarlah..

Siapa yang mengakui indahnya bunga? Dengan warna yang menarik dan bau yang harum, ia 
sering menjadi idaman. Kadang-kadang ia juga menjadi perhiasan.Mata yang menilai pula 
mendapat tafsir tentang keindahan dari akalnya.akal yang baik dan cerdas adalah akal yang 
dipandu oleh kasih Allah dan Rasulnya. Bukankah ini yang dinamakan iman............ 
Tidak seorang pun yang dapat menafikan, betapa indahnya mega petang. Warnanya yang begitu 
menawan, memukau setiap mata yang memandang, setiap hati yang terusik dan setiap jiwa yang 
rindukan kedamaian. Namun.... lebih indah lagi sekiranya hati kecilnya berkata: 'Mahasuci Allah, 
tidak engkau jadikan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau ya Allah, lindungilah aku dari api 
neraka.'  
Begitu juga dengan keindahan jeram-jeram di kali, dedaunan gugur dihembus angin. Peristiwa-
peristiwa sebegini amat meniggalkan kesan kepada hati makhluk yang bergelar insan . Itulah 
hakikatnya, fitrah jiwa manusia . jiwanya cenderung kepada keindahan dan kecantikan. Biar 
apapun pangkat dan kedudukannya. Seorang kaya mungkin merasakan bahawa keindahan itu 
ialah rumahnya yang tersergam indah di atas bukit dan potretnya yang dilukis hebat. Seorang 
fakir pula mungkin  
merasakan bahwa keindahan itu adalah dari riak wajah anak-anak kecilnya yang menunggu 
kepulangannya. 
Namun tidak ramai yang mengetahui, tentang wujudnya satu keindahan hakiki.... indahnya ia 
membuahkan perasaan kasih sayang pada ibu dan ayah. Indahnya ia , melahirkan rasa kasih 
pada sahabat dan indahnya ia, memandu akal dan jiwa kepada etenangan, kedamaian, dan 
kerinduan kepada kebahagiaan. Itulah tanda kasih dan sayang pada Maha Pencipta dan Maha 
Pengasih. Itulah tanda kasih dan sayang pada Allah dan Rasulnya. 
Hatinya berbisik; lagi........'Ya Allah, banyaknya nikmat-Mu padaku.tapi .......... sedikitnya aku 
bersyukur, ya Allah , hatiku tahu nafsu jahat itu musuhku, tapi banyaknya jalan-jalannya yang 
telah aku turuti. Ya Allah, besarnya pengorbanan ayah, tingginya nilai kasih dan mesra ibu, tapi 
aduhai .....sedikitnya do'aku untuk mereka. Ampunkan, ampunkanlah  
wahai yang Maha Pengasih' 
Marilah kita bersama-sama memiliki keindahan iman ini. Milikilah ia dengan banyak merenung 
dan memikirkan nikmat-nikmat Allah.... Milikilah ia dengan ilmu yang mendalam, mudah-
mudahan dengannya keindahan yang hakiki akan kita peroleh. Tidak 
seperti keindahan dunia ini yang hanya bersifat sementara............... 
Selengkapnya...

Yang manakah anda...

Siapakah orang yang sibuk ?  
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu shalatnya 
seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.  

Siapakah orang yang manis senyumannya?  
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu 
dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku ridha 
dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.  

Siapakah orang yang kaya?  
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan Tidak lupa 
akan kenikmatan dunia yang sementara ini.  

Siapakah orang yang miskin? 
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada senantiasa 
menumpuk-numpukkan harta.  

Siapakah orang yang rugi?  
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih 
berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.  

Siapakah orang yang paling cantik?  
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik. 

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?  
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal 
amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan kemana mata memandang.  

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi menghimpit?  
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa 
amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.  

Siapakah orang yang mempunyai akal?  
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena 
telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.  

Siapakah orang yg bijak? 
 Orang yg bijak ialah org yg tidak membiarkan atau membuang tulisan ini begitu saja, 
malah dia akan menyampaikan pula pada org lain untuk dimanfaatkan dan mengambil 
contoh sebagai sandaran dan pedoman kehidupan sehari-hari. 
Selengkapnya...

Ampuni Aku Jiwaku....

Mengapa menangis jiwaku? 
Kau dapatikah kelemahanku? 
Air matamu pedih melukai hati, sebab kesalahan tidak kusadari 
Sampai kapan engkau meratapi diri? 
selain kata-kata tida yang kumiliki, tuk mengartikan isyarat mimpi-mimpi 
hasrat keinginanmu, atau petunjkmu 
 
Pandangi aku jiwaku 
Seluruh hidupku tercurah ajaranmu 
Betapa pahit deritaku 
Mengikuti liku-liku langkahmu 
 
Hatiku semula megah bersemayam di singgasananya.. 
Tetapi kini meringkuk sebagai hamba sahaya 
Kesadaranku pernah menjadi sahabat setia 
Sekarang balik memusuhi ku 
Keremajaanku dahulu harapanku 
Tetapi sekarang mengecam kekuranganku 
 
Mengapa jiwaku?  
Begitu banyak tuntutanmu? 
Dan kusingkiri kesenangan duniawi, dalam mengikuti petujuk arah 
Yang kau mestikan kuturuti 
Cobalah adil padaku, atau panggil maut 
Tuk membebaskanku 
Sebab keadilan itu mahkotamu. 
 
 

Ampun jiwaku… 
Ampuni aku! 
Telah kauliputi aku dengan cinta kasihmu 
Hingga tak kuat lagi aku mendukungnya 
Kau dan cinta kasih tak terpisahkan dalam kelemahan 
Kapan berakhirnya pergulatan 
Antara kekuatan dan kelemahan? 
 
Ampun jiwaku, ampun! 
T'lah kautunjukkan keahagiaan yang berada diluar jangkauanku.  
Kau dan bahagia tinggal dipuncak gunung yang menjulang 
Sedangkan sengsara dan diriku tergeletak bersama di dasar jurang 
Kapankah bertemu puncak gunung 
D
engan dasar lembah dalam? 
 
 
Ampuni aku jiwaku, ampun 
Tlah kau perlihatkan padaku keindahan, tapi segera kau sembunyikan kembali. 
Kau dan keindaha hidup dalam cahaya 
Kebodohan dan aku terbelenggu dalam kegelapan yang nyata 
Kapankah tertembus dalam kegelapan 
Oleh cemerlang cahaya? 
 
Kegemilanganmu akan tiba bersama akhirat nanti 
Dan kini kau mengungkapkannya sebagai pendahuluan 
Tetapi raga ini menderita bersama kehidupan 
Selama berada dalam ruang kehidupan 
Inilah, jiwaku, yang tidak kupahami 

 
Engkau bergegas terbang menuju alam keabadian 
Tetapi raga ini hanya merangkak perlahan-lahan 
Kearah  kehancuran 
Engkau  tidak dapat menunggu 
Sedangkan  raga tidak dapat dipacu! 
Inilah  jiwaku, tanggungan batinku. 
 
Engkau  begitu kaya dalam ilmu dan kebijakan 
Tetapi  raga ini lamban meraih pemahaman 
Engkau  tidak menaggung kompromi 
sedangkan  raga tidak mau mengerti 
inilah  jiwaku, derita batinku. 
 
Dikesunyian  malam engkau mengunjungi 
Sang  kekasih, dan menikmati 
Puncak-puncak kebahagiaan bersama 
Sedangkan  raga ini tertinggal belaka 
Terpanggang  benturan dera antara harapan dan perpisahan 
Inilah  jiwaku, ujung siksaku 
Ampuni  aku jiwaku,ampun! 
Selengkapnya...

quotation

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Ali Imran 3:190-191)==================================================== "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)" (QS. Al-A’raaf, 7: 201-202)==================================================== "Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa) ? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran." (QS. An-Nahl, 16:17)================================================== "… Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A’raaf, 7: 179) ======================================================== "Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha." (QS. Al-Furqaan, 25: 47)===================================================== "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh" (QS. An-Naml, 27 : 19)===================================================== Jaza[ka/ki]llahu khoiro atas kunjungannya sahabat...
Copy/paste keblog sobat. Silahkan konfirmasi dishoutbox untuk link balik.
Solidaritas Kebersamaan

Guest Book


powered by Kang Prodjo
baner situs gudangmobil.com

Sniffffff

IP

Banner Sobat ku

Buitenzblog
Tips, Triks AdSense, Tutorial Blog, Tutorial SEO, Download Template Blogger, cara membuat blog, daftar google adsense, bisnis internet, tutorial facebook, tutorial frienster, buat facebook, buat frienster
marcellino agatha web blog tutorial


Arti Irhamna
CO.CC:Free Domain
Kang Prodjo!
SMS Donasi dan Pasang Banner Dukungan Untuk Palestina!
 

Copyright © 2009 by PRODJODIPRODJO