Lagi malam ini kau menangis, malam yang seharusnya kamu lelap sambil nantikan esok yang akan kau lewati lagi dengan cerah seperti siang-siang kemarin.Kadang aku..
belum tertidur, kadang aku baru akan mulai tidur saat kau senadakan suaramu. Aku tidak terganggu dengan tangismu dik, walaupun kau sesumbar akan menangis sepanjang malampun,
tapi aku berpikir...
dan teringat lagi, kau menangis lagi malam ini..
benarnya ingin kubuka pintu kamarku, lalu turun dan temui kamu, tapi aku bingung terhadap apa yang akan aku katakan padamu, bukan pada orang sekelilingmu.
aku ragu akan mengatakan yang mana, walau entah usiamu mengerti atau tidak apa yang aku katakan, tapi janjiku akan ku katakan dengan kata paling mudah kau mengerti, dengan suara lembut sehingga kaupun dapat menangkapnya.
Tiga hal yang bingung ingin kukatakan padamu,
pertama,
aku ingin katakan;
---," berhentilah kamu menangis dik,"lihatlah sayup lelah dimata orang tuamu, mereka ingin menikmati malam-malam dengan tenang tanpa suaramu, entah apa lagi yang akan mereka hadapi esok, tapi mereka butuh kekuatan lagi nanti dan hari-hari berikutnya. ku ingin kau kasihan pada mereka, bukan untuk kau memahami mereka diusiamu sekarang, tapi cobalah dengan menahan tangismu.
kedua,
aku ingin bertanya;
----," apatah lagi yang tubuh mungilmu risaukan Dik, hingga kau tak nyenyak lagi malam ini?",
apa lagi yang tubuh mungilmu sedihkan, sehingga ia berontak untuk meminta sesuatu yang tidak pada waktunya.
Apakah perhatian yang kau mintakan??,padahal sepanjang hari perhatian mereka hanya tercurah untukmu, bukan hanya perhatian, tapi sayang mereka juga kau sita.
Apakah perlindungan juga kau minta??, kalau itupun kau minta, aku hanya ingin katakan," kau tidak usah khawatir Dik," karena mereka lebih tau nyamuk mana yang mengendus kulitmu, dibanding kau sendiri yang merasakannya dikulitmu. Aneh memang, tapi itulah mereka, mereka tidaklah jauh lebih penting bagi mereka, kecuali kau sekarang.
Apalagi nanti, kau akan jauh lebih merepotkan mereka, seiring bertambah umurmu, bertambah juga kesulitan mereka terhadap kepentinganmu. Makanya tenanglah.
ketiga,
aku ingin mengucapkan selamat;
----, selamat untukmu dik, karena aku adalah orang yag yakin akan sesuatu yang sesuai dengan porsinya. Sehingga akalku meraba bahwa tangisanmu hari ini, akan mencukupi porsi untuk tangisan-tangisan lainnya kelak.
Akumulasinya telah kau bayar sejak awal, setidaknya malam-malam sebelumnya dan sekarang. Aku berharap agar nantinya kau tidak menangis lagi, dan saat nya akan datang untukmu mengumbar tawa, melengkapi porsi satunya. Mengertikah kau bahwa banyak hal yang akan membuatmu tertawa lepas nanti, ada banyak keindahan didunia yang baru kau jamah secuil tanahnya, ada banyak keriangan disana, kau saja belum tau..., ada banyak tipuan yang akan membuat kau tertawa pada awalnya.
Kau dapat menikmati kesenangan itu nanti, secukupmu atau sepuasmu.
Tangismu sekarang akan mengurangi tangismu nanti, hari yang nanti kau sendiri yang akan mengisinya. Setidaknya aku yang berharap seperti itu untukmu.
Adik kecil, aku ingin kau tau bahwa aku tidak menyalahkan tangismu. Aku hanya ingin kau merasa cukup, sehingga tidak ada lagi alasanmu untuk menangis.Percayalah, aku juga dulu kecil sepertimu.
May, 08 Samirono
dari Kang Prodjo untuk adik kecil
Sunday, May 10, 2009
Browse » Home »
Motivitamin
» Tangisan adik kecil...
Tangisan adik kecil...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Comments :
0 comments to “Tangisan adik kecil...”
Post a Comment